Uang Logam, Sejarah dan Perkembangannya di Indonesia

Uang merupakan alat tukar yang dapat terbuat dari beberapa bahan dasar, antara lain kertas dan logam. Pada uang ini juga terdapat gambar-gambar yang mencerminkan ciri khas negara asal uang tersebut. Melalui gambar yang ada pada uang, kita dapat belajar mengenai kebudayaan, hewan khas, pahlawan nasional, maupun hal lain yang berkaitan dengan negara produksi uang tersebut. Salah satu bentuk uang yang telah ada sejak lama di Indonesia yaitu uang logam.

Uang yang paling kecil bernilai 1 sen dan dikeluarkan Pemerintah Indonesia di sekitar tahun 1951. Pada uang 1 sen terdapat gambar yang menyerupai tulisan Arab dan di baliknya terdapat gambar bulir padi. Kemudian uang ini juga dicirikan dengan bagian tengahnya yang berlubang. Gambar dan bentuk yang serupa juga dapat ditemukan pada uang pecahan 5 sen. Selanjutnya pada uang pecahan 10 sen dan 25 sen, baru terdapat lambang burung Garuda sebagai lambang negara Indonesia. Di bagian sebaliknya, hanya terdapat tulisan 10 sen dan 25 sen yang menunjukkan nilai nominal uang tersebut. Pada bagian tengah uang pecahan ini tidak lagi terdapat lubang sehingga berbentuk bulat utuh. Variasi gambar pada uang logam dapat ditemukan pada uang pecahan 50 sen. Pada pecahan ini, terdapat dua variasi. Pada uang yang pertama gambarnya menyerupai uang pecahan 25 sen yaitu bergambar burung Garuda dan nilai nominal uang tersebut. Sedangkan pada uang yang kedua bergambar Pangeran Diponegoro dan di baliknya terdapat nilai nominal uang tersebut. Pangeran Diponegoro dipilih sebagai pahlawan yang wajahnya ditampilkan dalam uang karena berperan dalam perlawanan terhadap Belanda.

Mulai tahun 1970, pemerintah mengeluarkan uang dalam satuan yang baru yaitu Rupiah. Uang logam bersatuan rupiah ini diedarkan dalam beberapa nominal, mulai dari Rp.1, Rp.2, Rp.5,, Rp.10, Rp.25, Rp.50, Rp.100, Rp.200, Rp.500, dan Rp.1000. Pada uang Rp.1, gambarnya berupa burung kepodang dengan burung Garuda di baliknya. Kemudian pada uang Rp.5 dan Rp.10, selain gambar Garuda juga terdapat gambar mengenai program yang dicanangkan pemerintah pada saat itu. Gambarnya berupa Keluarga Berencana pada uang Rp.5 dan Menabung Untuk Pembangunan pada uang Rp.10. Pada uang Rp.25 gambarnya berupa gambar burung dan buah pala dengan burung Garuda di sisi baliknya. Selanjutnya pada pecahan Rp.50, Indonesia menampilkan hewan khasnya yang dilindungi yaitu komodo dan burung cenderawasih. Pada pecahan Rp.100, terdapat gambar yang menampilkan budaya Indonesia yaitu Rumah Gadang, Gunungan Wayang, dan Karapan Sapi. Kemudian pada uang Rp.100 dan Rp.200 keluaran baru, terdapat gambar burung Kakaktua Raja dan Jalak Bali sebagai kekayaaan hayati Indonesia. Sedangkan pada uang Rp.500 gambarnya berupa bunga melati dan pada uang Rp.1000 terdapat gambar kelapa sawit. Selain uang-uang yang beredar luas, juga terdapat uang yang dikeluarkan secara terbatas oleh pemerintah. Antara lain uang seri Save The Children, emisi 1970, seri Cagar Alam, dan seri Presiden RI. Saat ini, uang-uang yang kuno dan diproduksi terbatas menjadi incaran para kolektor karena nilainya yang menjadi berkali lipat.

 

Hadiah Menarik Setiap Pembelian TERBATAS !!!

EMAIL : sales@tissorindonesia.com / sales1@tissorindonesia.com

Fb : http://www.facebook.com/tissorextro.id

Twitter : http://www.twitter.com/tissor_id

0219 741 8000 / 0857 7477 8000

0838 7447 8000