Uang Baru Banyak Beredar Menjelang Lebaran

Sebagian dari kita mungkin masih melakukan kebiasaan menyimpan uang dalam tabungan sendiri di rumah atau yang biasa kita sebut celengan. Kemudian saat membongkar tabungan tersebut, kita dapat menemukan sejumlah uang yang bentuknya sudah lusuh karena tersimpan lama di dalam celengan. Kita juga dapat menemukan uang logam dalam jumlah yang cukup banyak.  Kondisi seperti itu bisa jadi menyulitkan bagi sebagian orang karena uang kertas yang sudah lusuh terkesan tidak bernilai lagi dan transaksi dengan banyak uang logam pun dapat merepotkan kita. Jika anda mengalami hal tersebut, anda dapat menukarkan uang simpanan anda yang sudah lama dengan uang baru.

Proses penukaran uang lama  ke uang baru ini dapat dilakukan di Bank Indonesia. Sebagai bank yang bertugas untuk memproduksi uang, Bank Indonesia juga menyediakan pelayanan penukaran uang bagi masyarakat yang membutuhkan. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada bulan Juni 2012, bank ini juga menghimbau masyarakat yang masih memiliki uang logam lama keluaran tahun 1970an untuk ditukar dengan uang yang baru. Untuk mendapatkan jasa penukaran ini, anda hanya perlu untuk datang ke Kantor Pusat Bank Indonesia atau kantor perwakilannya. Selain itu, Bank Indonesia juga mengadakan layanan penukaran uang ini pada saat tertentu, seperti saat menjelang Hari Raya Lebaran. Adanya pelayanan ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering memberikan ‘salam tempel’ dalam bentuk uang kepada sanak saudaranya yang berusia lebih muda. Dalam layanan penukaran uang ini, Bank Indonesia tidak memungut biaya administratif atau bersifat gratis.

Hal ini menyebabkan animo masyarakat untuk menukarkan uangnya semakin tinggi sehingga bank ini melakukan beberapa antisipasi. Salah satunya yaitu mencetak uang yang baru dalam jumlah cukup banyak. Pada bulan Ramadhan tahun 2012, bank ini mencetak uang yang baru senilai Rp.56,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selanjutnya,  Bank Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah bank lain guna memudahkan proses penukaran bagi masyarakat. Dalam hal ini, kita tidak perlu menjadi nasabah di bank-bank yang telah ditunjuk oleh Bank Indonesia tersebut karena pelayanan ini bersifat  terbuka untuk umum. Kita hanya perlu datang, mengambil formulir yang disediakan, lalu  mengisi formulir tersebut. Formulir ini berisi data mengenai  jumlah uang yang akan ditukar, meliputi nominal dan pecahan uang yang kita inginkan.

Di luar pelayanan dari Bank Indonesia, jasa penukaran uang baru juga marak diadakan oleh masyarakat umum. Beberapa pihak yang menyediakan jasa ini menyatakan bahwa hal ini dilakukan karena melihat tingginya kebutuhan masyarakat akan penukaran uang, terutama pada hari-hari menjelang Lebaran.  Pada saat ini biasanya jumlah yang disediakan dari Bank Indonesia sudah menurun sehingga mereka memanfaatkan momen tersebut. Di sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, Sragen, dan daerah lainnya, penyedia jasa ini dapat ditemukan dengan mudah di pinggir jalan.

Namun dalam penukaran uang ini, mereka mematok harga  5% di atas nominal yang ditukarkan guna memperoleh keuntungan. Pecahan yang dapat ditukarkan pun beragam, mulai dari Rp. 1000,- hingga Rp. 20.000,-. Hal yang patut diwaspadai apabila anda ingin menukarkan uang adalah, pastikan bahwa uang yang anda tukar bukanlah uang palsu. Jadi tetap terapkan 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang agar tidak merugikan anda nantinya.

Jika Anda memiliki usaha penukaran uang, atau usaha apapun yang semakin ramai menjelang Lebaran, segera lindungi usaha Anda dari kerugian akibat mendapatkan uang palsu yang ikut marak. Pastikan Anda memiliki alat deteksi uang palsu yang lengkap dan dapat mendeteksi uang palsu yang semakin canggih. Alat deteksi uang palsu dari TISSOR mendeteksi semua ciri uang asli seperti tanda ultraviolet, magnetik, tanda air dan dilengkapi dengan uang palsu.

 

Untuk informasi selengkapnya lihat Disini:

 

Hadiah Menarik Setiap Pembelian TERBATAS !!!

EMAIL : [email protected] / [email protected]

Fb : http://www.facebook.com/tissorextro.id

Twitter : http://www.twitter.com/tissor_id

0219 741 8000 / 0857 7477 8000

0838 7447 8000